Sabtu, 21 November 2009

300.000 orang tewas akibat Perubahan Iklim

Menurut Laporan Global Humanitarian Forum di London Inggris,menyebutkan perubahan iklim global telah membunuh 300.000 jiwa setiap tahunnya.Kerugian yang ditimbulkan mencapai 125 milyar dollar Amerika Serikat.Data yang diungkapkan Jumat (29/5/09) diklaim sebagai laporan laporan pertama tentang dampak perubahan iklim terhadap manusia secara global.Disebutkan 325 juta jiwa kaum miskin paling menderita.Penduduk Banglades termasuk salah satu masyarakat yang paling menderita karena jutaan jiwa dihantam banjir dan badai tahunan.Para petani Uganda dihantam kekeringan massal,sedangkan penduduk di pulau-pulau kecil di Karibia dan Pasifik terancam kehilangan wilayah karena kenaikan permukaan air laut.Kondisi tersebut dinilai sangat tidak adil karena penduduk di negara-negara kecil mengemisikan gas rumah kaca,penyebab utama pemanasan global,kurang dari 1 persen.Mantan Sekertaris Jendral PBB Kofi Anna,presiden forum yang meluncurkan laporan itu,menyatakan,saatnya dunia bersatu hati.bersama-sama memikirkan secara serius cara melindungi dunia pasca Protokol Kyoto yang berakhir pada tahun 2012.Ia menyebutkan pertemuan para pihak ke 15 (COP-15) di Kpenhagen,Denmark,Desember
2009,sebagai unjuk kegentingan global."Demi jalan keluar dari kelaparan global,migrasi massal,penyakit dan kematian massal,"kata dia.Jika Pemimpin Dunia tak bisa memastikan sikap di Kopenhagen,itu sama dengan meninggalkan kemanusiaan.Ia mendeskripsikan perubahan iklim sebagai "tantangan kemanusiaan terbesar masa kini",sementara dunia berada "diseberang jalan"soal langkah mengatasinya.

Prediksi 2030

Bila tidak ada penanganan berarti,menurut laporan itu,maka pada tahun 2030 kematian global akibat perubahan iklim akan meningkat mnedekati setengah juta jiwa per tahun.Kerugian financial 300 milyar dollar.Sebagian besar kematian disebabkan degradasi lingkungan yang menimbulkan kekurangan gizi di banyak tempat ketimbang bencana alam.Kenaikan suhu bumi 2 derajat celcius membunuh banyak spesies flora dan fauna yang berguna bagi kehidupan.Bagi warga pesisir,selain ancaman badai yang meningkat dan kenaikan muka air laut,ikan konsumsi bergerak kian ke tengah laut.Nelayan kian kesulitan menangkap ikan.Bagi petani perubahan pola cuaca akan menyulitkan musim tanam.Suhu hangat juga mempenagruhi perkembang biakan serangga penyerbuk dinegara-negara 4 musim.

Sumber : Kompas:1 Juni 2009

0 komentar:

Posting Komentar